Agar Pernikahan Awet Dan Mesra

pernikahan awetPerkawinan yang selalu penuh kehangatan adalah impian semua pasangan yang memutuskan untuk menikah. Tapi di dunia nyata, apakah bisa?

“Asal tahu ilmunya, tentu bisa,” ujar Indra Noveldy, konsultan pernikahan dan penulis buku Menikah Untuk Bahagia.

Indra mengibaratkan menggapai kehidupan rumah tangga yang bahagia tidak berbeda dengan keinginan untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan ideal. “Perlu perjuangan,” tegasnya.

“Ketika dua individu memutuskan untuk menikah, maka sejak saat itu pun keduanya harus siap untuk berjuang, untuk sama-sama tumbuh dan terus belajar ke arah yang lebih baik, demi meraih tujuan pernikahan yang bahagia,” kata Indra.

Ilmu menikah
Fakta menyedihkan di Indonesia, angka perceraian meningkat tiap tahunnya. Dalam satu tahun terdapat sekitar 200.000 kasus perceraian yang tercatat, dengan rata-rata usia pernikahan lima tahun.

Namun ada kabar baik yang mengiringi data tersebut. “Kini mereka yang masih jomblo atau belum menikah, sudah banyak yang tidak malu-malu datang ke seminar pranikah.

Jumlah follower saya di Twitter pun didominasi oleh yang berstatus single, bahkan banyak yang usianya masih remaja. Ini berarti, kesadaran untuk meraih ilmu-ilmu berumah-tangga saat ini pun semakin tinggi,”

“Tapi sayangnya, justru, keinginan mereka yang sudah menikah untuk menambah ilmu tentang meningkatkan kualitas perkawinan masih kurang,” jelas Indra.

Padahal, perkawinan akan bisa kokoh bila dilandasi pemahaman dan keterampilan. “Kalau tidak tahu ilmunya, bagaimana sebuah bangunan dapat dibuat secara kokoh?”

Jangan kaget!
Masalah umum yang muncul di awal perkawinan adalah terungkapnya sifat asli suami atau pun istri. Sifat asli ini berbeda dengan semasa pacaran.

“Banyak pasangan yang terkaget-kaget dengan sosok yang mereka nikahi. Banyak yang bilang, mereka tidak lagi mengenal pasangannya setelah menikah. Setelah konseling, terungkap bahwa mereka memang belum benar-benar mengenal  pasangannya!”

“Kehidupan saat menikah tentu akan sangat berbeda dengan saat masih pacaran. Perlu dicatat, lamanya masa pacaran tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan dalam pernikahan.” Jadi kalau dibilang masa pacaran adalah masa pengenalan pasangan, banyak kasus yang tidak membuktikannya.

Pakemkan Tujuan
Indra mengingatkan, tujuan untuk mendapatkan pernikahan yang bahagia selamanya bukanlah hal yang mustahil. Tetapi, memang, perlu proses yang tak mudah.

“Dalam prosesnya Anda akan merasakan sakit hati, dan tak jarang rasanya ingin menyerah. Tapi ingatlah kembali tujuan awal menikah? Untuk hidup bahagia? Kalau ya, nikmati prosesnya dan pelajari setiap momen yang terjadi.”

Sama ketika Anda pergi ke gym. Bila tubuh idaman yang Anda harapkan, akan ada momen Anda merasa terlalu lelah, tersiksa dan ingin menyerah. Tapi Anda harus tetap semangat demi tujuan awal ke gym. Begitu juga dalam pernikahan,” tegas Indra.

Paket Pernikahan dan Wedding Organizer Profesional dan Recomended Di Yogyakarta.
Klik www.mantenyogya.com, dapatkan free konsultasi, dan cashback senilai 1Jt Rupiah.

 

Anda ingin berlangganan artikel kami Via Email? Silahkan masukkan alamat email anda. Lalu tekan tombol 'berlangganan' ikuti petunjuk selanjutnya. Lalu cek di inbox/bulk email anda.


https://lh5.googleusercontent.com/-130LoXHsChU/U1TG-CaUyXI/AAAAAAAADNE/4Jcm8pYElTU/s508/wedding.gif

http://artikelpernikahan.com/camilan.gif

  • http://artikelpernikahan.com/hamilnikah.gif

    http://artikelpernikahan.com/bannercinta.gif

    http://artikelpernikahan.com/wp-content/uploads/2017/03/bakpia.gif


    artikelpernikahan.com

Artikel Yg Perlu Juga Di Baca :close